RSS
Image

Girls in Your Eyes


Girls in Your Eyes

Very Scared Optical Illusion,isn’t?

 
Leave a comment

Posted by on December 9, 2012 in Just For Fun

 
Image

Scary Optical Illusion


Scary Optical Illusion

Can you see many animal in his face?

 
Leave a comment

Posted by on December 9, 2012 in Just For Fun

 
Image

Cat Or Mouse?


Cat Or Mouse?

Do you can see it?

 
Leave a comment

Posted by on December 9, 2012 in Just For Fun

 
Image

Just Fun


Just Fun

Let’s See This Picture! What is it?

 
Leave a comment

Posted by on December 9, 2012 in Just For Fun

 

Jadi Akhwat Kudu Kuat


Image

Akhwat, sebutan ini biasanya diberikan buat wanita sholeha yang identik dengan kerudung raksasa dan jilbab longgarnya. Akhwat juga sangat menjaga diri dari hal-hal yang bertentangan dengan agama. Saat ketemu dengan saudari seiman, senyum dan salam selalu menghiasi wajah dan lisannya. Diapun juga senantiasa menjaga pandangan dari laki- laki bukan mahram. Dan yang paling dikenal dari sosoknya adalah rasa malu, yang membuatnya semakin terlihat cantik.

Seorang akhwat juga seringkali diidentikan dengan kelembutan. Tapi lembut bukan berarti lemah dan cengeng. Tapi… gimana dunk dengan fenomena yang ada sekarang ini, dimana beberapa akhwat yang rajin banget update status di dunia maya tentang curahan hati mereka?Bahasa yang mereka pakai juga romantis mendayu- dayu, atau trenyuh sekalian, yang intinya dipasang untuk mewakili hatinya yang lagi galau. Padahal kalau jaman dulu buku diari tuh disimpan dan di jaga banget biar orang nggak tau, tapi sekarang makin banyak diumbar biar semua orang ngerti. Nggak tahu tujuannya biar membuat orang iba sama dia atau justru menarik simpati (khususnya para ikhwan).

Sayang banget ya, padahal kalo situasi hati udah nggak enak, nulis status yg bikin nelangsa malah bakal nambah sedih suasana. Udah gitu belum tentu masalah bakal keluar dan nemuin jalan keluar, ya nggak?. Mungkin kalo kita ambil jalan pintas dengan curhat langsung aja sama Allah, pasti akan lebih adem dan damai di hati.

Selain itu, seorang akhwat juga identik dengan gampang nangis dan ngerasa iba dari pada laki-laki. Menangis sih boleh- boleh aja, manusiawi banget kok. tapi kalau dijadikan kebiasaan itu menandakan orangnya mudah rapuh alias cengeng. Seorang akhwat harus bisa belajar menyikapi sesuatu secara dewasa. Kenapa? karena merekalah yang dekat dengan dunia dakwah yang tentunya akan berhadapan dengan 1001 karakter manusia, lengkap dengan pernak pernik kesulitan dan keunikannya. Kalau hati nggak luas, dewasa, dan mudah rapuh, wah bisa- bisa dakwah berhenti di tengah jalan.

Jadi akhwat kudu kuat

Kita semua adalah hamba Allah yang diperintahkan untuk mengesakanNya. Atau dengan kata lain menegakkan Kalimat Laailaha Ilallah di dunia ini. Dan ini bukan perkara simple. Rasulullah dulu berdakwah hingga giginya patah, dilempari batu, di caci maki, dibilang orang gila, diteror, diancam mau di bunuh, dll. Bener- bener deh, jalan dakwah memang sangat berat dan nggak hanya sebatas teori, atau sekedar kata ‘Jadilah..!’ maka akan terjadi. Yang ada ‘jadilah!’ lalu kita harus bergerak untuk menjadikannya, dan baru hal itu akan jadi kenyataan.

So, buat kamu para akhwat, Selamat datang di dunia dakwah.… dan kamu kudu kuat.

Jadilah yang terkuat dalam kesabaran seperti Sumayyah binti Khayyat yang walaupun disiksa dan di buang ke padang pasir yang sangat panas dan menyengat, serta diletakkan di atas dadanya sebongkah batu yg berat agar dia keluar dari din, tapi dia tidak meratap, dan tetap mengucapkan, Ahad.. Ahad..

Jadilah sekuat Nusaibah binti Ka’ab yang tidak menangis walau tangannya terpotong, demi membela Rasulullah SAW di perang Uhud. Atau setangguh the Black Rider, si penunggang kuda berbaju hitam, Khaulah binti Azur yang membuat Panglima Khalid bin Walid serta seluruh pasukannya tercengang melihat ketangkasannya memacu kuda ke tengah-tengah medan tempur.

Jadilah sekuat Rumaisa binti Marhan atau Ummu sulaim yang tegas menolak lelaki kafir yang ingin menikahinya, walaupun dia sangat kaya.

Jadilah sekuat dan seikhlas siti Hajar yang rela dan tetap kuat saat ditinggal Nabi Ibrahim ‘Alaihissalam di padang pasir yang tandus dan gersang bersama putranya, Ismail.

(NayMa/voa-islam.com)

 
2 Comments

Posted by on December 9, 2012 in Oase Iman

 

Spesial Buat Yang Lagi Galau


Image

Judul ini memang atraktif banget kan? sengaja memang, biar yang pada lagi galau bisa gabung bareng kita disini. Kita juga berharap yang udah semrawut akan kembali ceria, seceria mahasiswa akhir yang udah kelar skripsinya.

Ok, masuk ke topik!! * buka pintu

Menurut kebanyakan para Galau-er, kegiatan bergalau ria itu sebenarnya nikmat, tapi apa iya sih?. Padahal orang yang lagi galau, biasanya tampil nggak semangat, jalannya juga lemot, serasa badan kaya’ dijual terpisah aja. Pikiran mereka melayang, nggak tahu nangkring dimana, dan jiwa rasanya nyaris putus asa.. hiks.. #Hening

Kalau udah gitu, bukannya berarti itu nyiksa diri banget? Gimana nggak, ibaratnya kita udah tahu makanan itu nggak enak dan nggak bergizi, tapi terus aja kita makan. Akibatnya kita kena penyakit atau malah obesitas. Dan… kalau sudah gitu, siapa yang rugi? nggak lain dan nggak bukan ya pasti diri kita sendiri.

As we know, yang namanya orang bermasalah harusnya kudu mendekati jalan keluarnya, kan? Dan pastinya, nggak ada lagi pemberi jalan keluar yang lebih baik selain Allah Subhanahu Wata’ala. Tapi sayang banget, para galau-er malah banyak yang memilih twitter atau facebook sebagai jalan keluar mereka.

Yups, Sekarang ini, banyak galau-er yang lagi On ngambil jalan pintas dengan memproklamirkan kegalauannya dengan bercurhat ria di dunia maya. Tapi apa yang mereka lakukan lantas mengurangi kegalauannya? nggak juga tuh. Yang ada mereka galau dengan sukses, tapi mereka nggak dapet apa- apa. Malah orang- orang yang membaca status itu, mungkin akan berpikir kalau mereka itu LEMAH. Kasian…

Sahabat Smart teen yang baik hatinya,…

Sudahlah, mikir masalah dunia, nggak akan ada habisnya. Tapi satu hal yang pastinya akan habis… apakah itu? waktu kita. Dan kalo udah menyangkut soal itu, pastinya kita bakal rugi banget. Gimana nggak, kalau uang yang hilang masih bisa di cari, kalo waktu yang hilang, ditoko manapun juga nggak akan jual sesuatu yang namanya “tadi. Atau simplenya, kita nggak akan bisa memutar balik waktu, tapi kita bisa melakukan perbaikan kedepannya.

Waktu kan terus berjalan, kita juga tambah umur dan tambah gedhe. Seharusnya kita juga kudu tambah dewasa menghadapi masalah. Emang yang namanya orang hidup, pastinya kudu berani menghadapi masalah. Kalau kamu nggak berani menghadapi ya nggak usah hidup, hee.. sadis amat. Tapi kenyataannya memang begitu, friend.  So, kita kudu belajar move on. Yang namanya gagal, sedih, kecewa dengan keadaan itu sih standart, namanya juga orang hidup. Tapi yang terdahsyat adalah saat kita berhasil melewati semua itu, dan jadi orang yang lebih baik setelahnya. Hadapin aja semua masalah, selesaikan and be Gentleman!!

Hidup ini pilihan, kawan. Kalo kamu memilih yang baik, kamupun akan menjadi baik. Jalan kamu ke depannya juga bakalan lempeng aja tuh kaya’ jalan tol. Tapi sebaliknya kalau kamu milih yang nggak jelas, ato wilayah abu-abu, yah hidup kamu akan sesuai dengan pilihan kamu.

* minum dulu

Jadi, apa kamu akan memilih untuk tetap bergalau ria???

* Sekian dari kami, kurang dan lebihnya kami mohon maaf. Jika ada yang benar itu datangnya dari Allah, dan semua kesalahan itu berasal dari diri kami sendiri.

(NayMa/Voa-islam.com)

 
Leave a comment

Posted by on December 9, 2012 in Oase Iman

 

Mencintai dan Bersahabat Dengan Orang Saleh


Image

Sahabat memiliki peranan penting dalam kehidupan seorang hamba, dia yang akan mengajak kita kepada kebaikan atau kepada keburukan, dia adalah cermin diri kita. Sahabat yang baik akan mengangkat kita dari laut kemaksiatan. Rasulullah bersabda: “Seseorang tergantung agama teman dekatnya, maka hendaknya kalian memerhatikan siapakah teman dekatnya.” (HR. Ahmad, Abu Daud, Tirmidzi)

Bergaullah dengan orang soleh dan baik dan jauhilah bersahabat dengan orang-orang jahat karena akan mematikan hatimu, Allah berfirman:

Artinya: “Dan bersabarlah kamu bersama-sama dengan orang yang menyeru tuhannya di pagi dan senja hari dengan mengharap keridhoannya, dan janganlah kedua matamu beerpaling dari mereka karena mengharap perhiasan kehidupan dunia ini, dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingat Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS Al-Kahfi: 28)

KEUTAMAAN BERSAHABAT KARENA ALLAH

Para Nabi dan Syuhada iri

Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya di antara hamba-hamba Allah terdapat suatu golongan manusia yang bukan dari para nabi dan bukan pula syuhada, akan tetapi para nabi dan syuhada iri dengan kedudukan mereka disisi Allah pada hari Kiamat.” Para sahabat berkata, “Beritahukanlah kepada kami siapa mereka wahai Rasulullah?” Lalu Rasulullah menjelaskan, “Mereka adalah suatu kaum yang saling mencintai karena Allah bukan karena ikatan kekerabatan diantara mereka dan bukan pula karena faktor harta yang mereka harapkan, demi Allah sesungguhnya pada wajah-wajah mereka terdapat cahaya dan mereka berada diatas cahaya, mereka tidak merasa khawatir ketika manusia khawatir, dan tidak pula bersedih hati ketika manusia bersedih hati, lalu beliau membaca firman Allah, “Ingatlah sesungguhnya wali-wali Allah itu, tidak ada kekhawatiran pada diri mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati.” (QS. Yunus: 62) (HR. Abu Dawud, shahih)

Mendapatkan kasih sayang Allah

“Orang yang berkasih sayang kerana Allah, orang yang saling berziarah kerana Allah, orang yang saling berbelanja membelanja kerana Allah, orang yang saling bersahabat kerana Allah, mereka semua berhak mendapat kasih sayangKu (Allah)” (HR. Ahmad)

Akan dibangkitkan bersama orang yang kita cintai

Dari Anas bin Malik ia menceritakan bahwa seseorang datang kepada Rasulullah SAW dan berkata, “Wahai Rasulullah kapankah tibanya hari Kiamat? Rasulullah SAW bertanya kepadanya, “Apakah yang telah engkau persiapkan untuk menghadapi hari Kiamat?” Orang tersebut berkata, “Kecintaan kepada Allah dan Rasul-Nya.” Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya engkau akan bersama yang engkau cintai.” Demi mendengar sabda Rasulullah tersebut Anas bin Malik berkata, “Tidak ada sesuatu yang menggembirakan kami setelah masuk Islam, melebihi kegembiraan kami terhadap sabda Rasulullah SAW, “Sesungguhnya engkau bersama yang engkau cintai.” Lalu Anas berkata, “Aku mencintai Allah dan Rasul-Nya juga Abu Bakar dan Umar dan aku berharap semoga kelak bisa dikumpulkan bersama mereka walaupun tidak bisa beramal dengan amalan mereka.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Sumber ; http://www.eramuslim.com/hikmah/tafakur/mencintai-dan-bersahabat-dengan-orang-saleh.htm#.UMc9xV2Vy9s

 
Leave a comment

Posted by on December 9, 2012 in Oase Iman

 

Kisah Sang Kekasih dan Kesederhanaannya


ImageDalam Shahih Muslim ‘Umar menceritakan: “Aku pernah melihat Rasulullah SAW melewati harinya tanpa ada sesuap makanan pun mengisi perutnya.

Aisyah berkata: “Tidak pernah kenyang keluarga Muhammad dari roti gandum selama dua hari terus menerus, keadaan sedemikian ini sampai beliau dicabut ruhnya.” (HR. Bukhari, Muslim)

Dari Urwah dari Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwasanya Aisyah pernah berkata: “Demi Allah, hai anak saudaraku, sesungguhnya kita melihat ke bulan sabit, kemudian timbul pula bulan sabit, kemudian timbul pula bulan sabit. Jadi tiga bulan sabit yang berarti dalam dua bulan lamanya, sedang di rumah-rumah keluarga Rasulullah s.a.w. tidak pernah ada nyala api.” Saya -yakni Urwah- berkata: “Hai bibi, maka apakah yang dapat menghidupkan Anda sekalian?” Aisyah radhiallahu ‘anha menjawab: “Dua benda hitam, yaitu kurma dan air belaka, hanya saja Rasulullah s.a.w. mempunyai beberapa tetangga dari kaum Anshar, mereka itu mempunyai beberapa ekor unta manihah,[49] lalu mereka kirimkanlah air susunya itu kepada Rasulullah s.a.w. kemudian memberikan minuman itu kepada kita.” (HR. Bukhari, Muslim)

Dari Said al-Maqburi dari Abu Hurairah r.a. bahwasanya ia berjalan melalui kaum yang di hadapan mereka ada seekor kambing yang sedang dipanggang. Mereka memanggilnya, tetapi ia enggan untuk ikut memakannya dan ia berkata: “Rasulullah keluar dari dunia -yakni wafat- dan tidak pernah kenyang dari roti gandum.” (Riwayat Bukhari)

Anas berkata: “Nabi itu tidak pernah makan di atas meja sehingga beliau wafat, juga tidak pernah makan roti yang diperhaluskan buatannya sehingga beliau wafat.” (HR. Bukhari)

an-Nu’man bin Basyir berekata: “Sungguh-sungguh saya pernah melihat Nabimu semua dan beliau tidak mendapatkan kurma bermutu rendahpun yang dapat digunakan untuk mengisi perutnya.” (HR. Muslim)

Dari Asma’ binti Yazid radhiallahu ‘anhuma, katanya: “Ujung lengan baju gamisnya Rasulullah s.a.w. itu adalah sampai di pergelangan tangan.” (HR. Tirmidzi)

“Barangsiapa diantara engkau semua telah merasa aman dari musuh, sehat badannya, memiliki makanan pada hari itu, maka ia telah dikaruniai dunia dengan keseluruhan isinya.” (HR. Tirmidzi)

“Rasulullah dalam beberapa malam yang berturut-turut itu bermalam dalam keadaan terlipat -maksudnya terlipat perutnya karena lapar, sedang para keluarganya tidak mendapatkan sesuatu untuk makan malam, juga sebagian banyak roti yang dimakan itu adalah roti terbuat dari gandum. (HR. Tirmidzi)

Abu Musaal-Asy’ari   berkata: “Aisyah  mengeluarkan untuk kita  sebuah baju dan sarung kasar, lalu ia berkata: “Rasulullah wafat sewaktu mengenakan kedua pakaian ini.” (HR. Bukhari, Muslim)

Sa’ad bin Abu Waqqash berkata: “Sesungguhnya saya itu orang Arab pertama yang melempar panah fisabilillah. Kita semua waktu itu berperang beserta Rasulullah dan kami tidak mempunyai makanan sedikitpun melainkan daun pohon hublah dan daun pohon samurini, sehingga seorang dari kami mengeluarkan kotoran besar sebagaimana keadaan kambing kalau mengeluarkan kotoran besarnya dan tidak dapat bercampur dengan lainnya -yakni bulat-bulat serta kering, karena tidak ada yang dimakan.” (HR. Bukhari, Muslim)

Abu Hurairahberkata: “Demi Dzat yang tiada Tuhan melainkan Dia, sesungguhnya saya menempelkan perutku ke tanah karena kelaparan dan mengikatkan batu pada perut saya karena kelaparan. Saya pernah duduk-duduk pada suatu hari di jalan, orang-orang keluar melalui jalan itu -untuk mencari nafkahnya masing-masing. Kemudian Nabi berjalan melalui tempat saya dan beliau tersenyum ketika melihat saya, karena mengetahui raut wajah dan keadaan diriku, kemudian beliau bersabda: “Abu Hir.” Saya menjawab: “Labbaik ya Rasulullah.” Beliau bersabda lagi: “Mari ikut,” dan beliau terus berlalu dan saya mengikutinya. Selanjutnya beliau masuk ke rumah keluarganya, saya mohon izin lalu beliau mengizinkan masuk untukku. Sayapun masuklah, di situ beliau menemukan susu dalam gelas. Beliau bertanya: “Dari manakah susu ini?” Keluarganya berkata: “Fulan atau Fulanah itu menghadiahkan untuk Tuan.” Beliau bersabda: “Abu Hir.” Saya menjawab: “Labbaik ya Rasulullah.” Beliau bersabda: “Susullah para ahlush shuffah, lalu panggillah mereka untuk datang padaku.” Abu Hurairah berkata: “Ahlush shuffah itu adalah merupakan tamu-tamu Islam, karena tidak bertempat pada sesuatu keluarga, tidak pula berharta dan tidak berkerabat pada seorangpun. Jikalau ada sedekah -zakat- yang datang pada Nabi lalu sedekah -atau zakat- itu dikirimkan semuanya oleh beliau kepada mereka dan beliau sendiri tidak mengambil sedikitpun daripadanya, tetapi kalau beliau menerima hadiah, maka dikirimkanlah kepada orang-orang itu dan beliau sendiri mengambil sebagian daripadanya. Jadi beliau bersama-sama dengan para ahlush shuffah itu untuk menggunakannya.” Perintah Nabi memanggil ahlush shuffah itu membuat perasaanku tidak enak. Oleh sebab itu saya berkata –dalam diri-: “Bagaimana susu ini (yang sedikit ini) akan diberikan kepada seluruh ahlush shuffah?. Padahal sekali saya minum saja akan habis?” Kemudian, jikalau orang-orang itu datang, Nabi tentu akan meminta saya memberikan itu kepada mereka dan Barangkali saya tidak akan kebagian. Namun tidak ada pilihan kecuali melaksanakan perintah Nabi. Oleh karena itu mereka saya datangi dan saya panggillah semuanya. Mereka menghadap dan meminta izin, lalu Nabi s.a.w. mengizinkan mereka masuk, lalu semua mengambil tempat duduk sendiri-sendiri dalam rumah. Beliau lalu bersabda: “Abu Hir.” Saya menjawab: “Labbaik ya Rasulullah.” Beliau bersabda lagi: “Ambillah susu itu dan berikanlah kepada mereka.” Abu Hurairah berkata: “Saya lalu mengambil gelas, kemudian saya berikan pada seorang dulu. Ia minum sampai kenyang lalu gelas dikembalikan. Seterusnya saya berikan kepada yang lain, ia pun minumlah sampai kenyang pula, lalu dikembalikanlah gelasnya, sehingga akhirnya sampai giliran saya memberikan itu kepada Nabi, sedang orang-orang ahlush shuffah itu sudah puas minum semuanya. Beliau mengambil gelas lalu diletakkan di tangannya, kemudian beliau melihat saya dan tersenyum, kemudian bersabda: “Abu Hir.” Saya menjawab: “Labbaik ya Rasulullah.” Beliau bersabda pula: “Sekarang tinggallah saya dan engkau -yang belum minum.” Saya menjawab: “Benar Tuan, ya Rasulullah.” Beliau bersabda: “Duduklah dan minumlah.” Saya pun duduklah lalu saya minum. Beliau bersabda lagi: “Minumlah lagi.” Sayapun minumlah. Beliau tidak henti-hentinya bersabda: “Minumlah lagi,” sehingga saya berkata: “Tidak, demi Allah yang mengutus Tuan dengan benar, saya sudah tidak mendapatkan jalan lagi untuk minum itu -artinya sudah amat kenyang minumnya itu. Setelah itu beliau bersabda: “Kalau begitu, berikanlah saya gelas itu.” Gelaspun saya berikan, kemudian beliau memuji kepada Allah Ta’ala dan membaca bismillah di permulaan minumnya lalu beliau minumlah sisanya itu.” (HR. Bukhari)

“Rasulullah wafat sedang baju besinya sedang digadaikan pada seorang Yahudi dengan nilai tiga puluh sha’ -gantang- dari gandum.” (HR. Bukhari, Muslim)

“Rasulullah bersabda: “Ya Allah, jadikanlah rezeki keluarga Muhammad ini makanan sekadar menutup kelaparan. (HR. Bukhari, Muslim)

sumber:  http://www.eramuslim.com/hikmah/tafakur/kisah-sang-kekasih-dan-kesederhanaannya.htm#.UMc8jl2Vy9s

 
Leave a comment

Posted by on December 9, 2012 in Oase Iman

 

Cara Efektif Membangun Cinta Al Quran


Image

Oleh Ustadz Didik Hariyanto

Ada dua cara utama agar hati kita bisa selalu cinta al Quran:

  1. Meminta dan memohon kepada Allah agar hati kita selalu dekat dan cinta al Quran

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Mas’ud, Rasulullah mengajarkan kepada kita untuk membaca doa:

اللهم إني عبدك وابن عبدك وابن أمتك، ناصيتي بيدك، ماض فيَّ حكمك، عدل فيَّ قضاؤك، أسألك بكل اسمٍ هو لك سميت به نفسك أو أنزلته في كتابك أو علمته أحدًا من خلقك أو استأثرت به في علم الغيب عندك، أن تجعل القرآن ربيع قلبي ونور صدري وجلاء حزني وذهاب همِّي

“Ya Allah! Sesungguhnya aku adalah hambaMu, anak hambaMu (Adam) dan anak hamba perempuanMu (Hawa). Ubun-ubunku di tanganMu, keputusan-Mu berlaku padaku, qadhaMu kepadaku adalah adil. Aku mohon kepadaMu dengan setiap nama (baik) yang telah Engkau gunakan untuk diriMu, yang Engkau turunkan dalam kitabMu, Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhlukMu atau yang Engkau khususkan untuk diriMu dalam ilmu ghaib di sisiMu, hendaknya Engkau jadikan Al-Qur’an sebagai penenteram hatiku, cahaya di dadaku, pelenyap duka dan kesedihanku.”
(HR. Ahmad 1/391. Menurut pendapat Al-Albani, hadits tersebut adalah sahih)

  1. Selalu membaca dan mengkaji tentang kebesaran dan keagungan al Quran. Menelaah keadaan dan sejarah orang-orang soleh terdahulu dengan al Quran. Kelezatan hidup dengan al Quran jauh lebih berharga dari kelezatan duniawi.

Membaca al Quran termasuk salah satu sebab utama bertambahnya keimanan, sebagaimana firman Allah:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ وَإِذَا تُلِيَتْ عَلَيْهِمْ آَيَاتُهُ زَادَتْهُمْ إِيمَانًا وَعَلَى رَبِّهِمْ يَتَوَكَّلُونَ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakal,” (QS. Al Anfaal, 2)

Sungguh al Quran memiliki pengaruh yang luar biasa dalam mengobati penyakit hati maka sudah selayaknyalah bagi kita untuk memiliki dzikir harian dari al Quran; membaca 5 juz setiap hari atau satu juz atau setengah juz atau satu halaman atau bahkan hanya setengah halaman yang penting jangan sampai ada hari di mana kita tidak membaca al Quran. Bacalah walau hanya sedikit karena sebaik-baik amal adalah yang istiqomah walau hanya sedikit.

 
1 Comment

Posted by on December 9, 2012 in Oase Iman

 
Image

Hubungan 2 Anak Adam dan Ketiga Temannya


Hubungan 2 Anak Adam dan Ketiga Temannya

What do you think about this picture?

 
Leave a comment

Posted by on December 7, 2012 in Just For Fun